Disambut Pj. Bupati, 16 Dokter Insternship Siap Mengabdi di Mubar

waktu baca 3 menit
Pj Bupati, Dr. Bahri secara simbolis memasangkan pin kepada 16 dokter sebagai mereka telah diterima bertugas di Mubar (Dedi/Triaspolitika.id)

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Sebanyak 16 dokter baru dari Program Insternship Dokter Indonesia (PIDI) resmi ditugaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di wilayah Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Kabupaten Mubar oleh Kemenkes masuk dalam wilayah penugasan Daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK). DTPK ini merupakan klasifikasi penempatan dokter Insternship dengan isentif tambahan.

Ke-16 dokter ini diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Mubar, Bahri didampingi Sekda Mubar, LM Husein Tali, Kadis Kesehatan Mubar, La Ode Mahajaya serta Direktur RSUD Mubar, dr Muh Syahrir Fitrah di halaman kantor Bupati setempat. Dokter internship ini akan bertugas di Mubar selama setahun. Senin (5/6/2023).

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis Pj Bupati, Dr. Bahri memasangkan pin kepada 16 dokter pertanda mereka telah diterima bertugas di Mubar. Diketahui, Pemkab Mubar juga akan memberikan intensif kepada 16 dokter tersebut

Dr. Bahri mengatakan secara geografis Kabupaten Mubar sebagai wilayah yang memiliki beberapa wilayah yakni darat dan pulau. Untuk itu, ia mengatakan agar dokter internsip ini mampu mengenali situasi di wilayah Mubar, sebab penempatan dokter internsip itu tidak hanya ditempatkan di daratan tetapi ada yang ditempatkan di pulau.

“Saat ini ada puskesmas yang masih melayani pasien dari pulau yakni Puskesmas Tondasi yakni masih melayani pasien dari Pulau Bero, namun nantinya akan dipecah sehingga di Puskesmas Bero akan dibuatkan rawat inap.” Katanya.

Ia juga berpesan untuk mempelajari adat istiadat dan menjunjung tinggi budaya di Kabupaten Mubar, sebab di daerah tersebut memiliki kemajemukan suku dan budaya.

“Saya juga berpesan untuk memperhatikan sarana dan prasarana, karena masih ada beberapa yang belum terpenuhi, maka nantinya dokter internsip dapat melaporkan ke pimpinan, namun saat ini Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan sarana dan prasarana.” Terangnya.

Dr. Bahri pun berharap pada para Dokter Insternship tersebut untuk tetap mengingat tugas utama yakni terus memberikan pertolongan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Mubar.

Terlebih saat ini Mubar telah memprogramkan kesehatan terbuka bagi masyarakat untuk berobat secara gratis, baik di dalam daerah maupun di seluruh Indonesia.

“Jangan dikecewakan masyarakat kita, siapapun yang datang jangan ditolak, mau ada BPJS atau tidak tetap dilayani,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Mubar, La Ode Mahajaya mengatakan bahwa Pemkab Mubar melalui Dinkes Mubar mengajukan permohonan kepada Kemenkes agar Mubar dapat dijadikan salah satu Daerah PIDI ini.

“Jadi Mereka akan bertugas selama satu tahun di Mubar dan akan ditempatkan di beberapa instansi kesehatan yakni puskesmas Bero, Tondasi dan Guali, dan RSUD Mubar,” ungkapnya.

Mahajaya menjelaskan bahwa penugasan para dokter internship ini sudah ditentukan dari Kemenkes berdasarkan permohonan yang diajukan oleh Pemkab Mubar. Ia juga menyebutkan, mereka nantinya akan bertugas selama enam bulan di puskesmas dan enam bulan berikutnya di RSUD Mubar.

“Jadi tujuan pelaksanaan program ini untuk pemahiran dan pemandirian dokter setelah lulus pendidikan dokter agar dapat penyelaraskan hasil pendidikan dengan kondisi di lapangan, sehingga ke depan para dokter tersebut sudah siap dan mahir ketika melakukan praktik mandiri,” pungkasnya.

Reporter: Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!