Diduga Stres, Seorang Pemuda di Muna Tewas Gantung Diri

waktu baca 2 menit
Diduga Stres, Seorang Pemuda di Muna Tewas Gantung Diri

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Seorang pemuda atas nama Ainul Qodri alias La Embol (23) ditemukan tewas gantung diri, di dalam kamarnya Desa Danagoa, Kecamatan Tongkuno, Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, (15/2/2022).

Diduga, korban stres, hingga mengalami gangguan jiwa.

Kapolsek Tongkuno Iptu Arman mengataka, korban pertama ditemukan oleh ayah kandungnya dalam kondisi gantung diri sekitar pukul 17:00 WITA.

“Ditemukan mayat seorang laki-laki atas nama La Embol, diduga meninggal akibat gantung diri,” ujar Arman, Kamis (17/2).

Dikatakan Agus, berdasarkan keterangan saksi, pada pukul 17:00 WITA korban masuk di dalam kamarnya.

“Sementara ibu korban sedang mandi. Sekitar pukul 17:55 WITA ayah korban tiba di rumah, dari tempat kerja dan langsung mandi,” ujarnya.

Setelah itu, ibu korban menyampaikan kepada suaminya agar melihat anaknya, karena anaknya telah mengunci kamar.

“Ibunya bilang sama ayah korban, jangan sampai dia bunuh diri,” ungkap Iptu Arman mengutip penjelasan orang tua korban.

Berselang kemudian ibunya korban mengetuk pintu kamar anaknya. Tetapi tidak ada jawaban.

“Karena kawatir, ayah korban kemudian mengintip dari jendela kamar bagian luar. Alhasil, dia melihat anaknya sudah dalam posisi terduduk di belakang pintu dengan keadaan leher terikat tali pinggang,” jelasnya.

Melihat anaknya dalam kondisi tergantung, kedua orang tua La Embol berusaha menyelamatkan korban dengan cara mendobrak jendela.

“Setelah melihat posisi korban sudah dalam keadaan tergantung, sang ayah langsung masuk ke dalam kamar melalui jendela,” katanya Arman.

Saat korban diturunkan dari tali, ayah korban sempat menyaksikan sang anak yang masih menyisakan sedikit nyawanya.

“Korban masih sempat bernafas ngorok, lalu diturunkan dari gantungan dimana celana korban sudah basah karena air seni. Lehernya hitam, setelah itu bapaknya mencoba memberikan pertolongan dengan cara meniup mulutnya dan memompa dadanya namun tidak bisa tertolong lagi,” jelas Arman.

Berdasarkan keterangan saksi dan orang tua korban sendiri, Kata Kapolsek Tongkuno, almarhum mengidap penyakit sejak berada di perusahaan tambang nikel di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Sekitar bulan Oktober 2021 lalu, korban dibawah pulang dari tempat kerjanya di PT. IMIK Morowali, karena bermasalah dengan teman kerjanya, sampai tidak makan berhari-hari sehingga terkena penyakit lambung,” ungkapnya.

Sedangkan bulan November 2021, korban mengalami gangguan jiwa atau stres sampai hampir bunuh diri dengan mengambil pisau lalu meminta ijin kepada ibunya untuk memotong lehernya.

Saat itu juga korban mulai mengamuk di rumah dengan brutal, sampai-sampai memukul kaca hingga tangannya luka-luka, dan pada akhirnya dibawa di Rumah Sakit Siloam, Kota Baubau.

Reporter: Bensar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!