Diduga Ilegal Logging Jadi Penyebab Banjir di Lambo Tua

waktu baca 2 menit
Puluhan batang kayu Ilegal Ligging di Lambo Tua.|Dok:warga

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Puluhan batang kayu ilegal ditemukan warga, tepat di lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Lambo Tua, Kecamatan Mowewe, Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara beberapa hari lalu.

Puluhan batang kayu ini duduga hasil pembalakan liar di hutan lindung perbatasan antara Kolaka dan Kolaka Timur.

Belum diketahui pasti siapa pemilik kayu yang ditampung dengan rapih itu, namun menurut warga sekitar, pembalakan liar di lakosi tersebut sudah terjadi hingga dua tahun terakhir.

Informasi yang diterima Triaspolitika.id ada beberapa lokasi di Desa Lambo Tua yang kerap dijadikan sebagai tempat penampungan kayu hasil penebangan liar.

Diantaranya, di lokasi daerah aliran sungai perbatasan Kolaka dan Kolaka Timur, kemudian terdapat juga di dekat lokasi air terjun Lambo Tua.

Warga menuding banjir yang terjadi beberapa pekan lalu di daerah tersebut disebabkan maraknya pembalakan liar.

Selain itu, pembalakan liar juga mengakibatkan jalan usaha tani sepanjang satu kilo meter yang dibangun oleh pemerintah desa rusak akibat pengusaha dan pekerja ilegal logging.

”Ini gara-gara pengusaha kayu, makanya jalan usaha tani disini rusak. Biasanya jika mau ke kebun, kita sering menggunakan kendaraan, namun karena akses jalan rusak makanya kita jalan kaki saja,” kata salah seorang warga Desa lambo Tua yang meminta namanya tidak ditulis.

Kata dia, petugas kehutanan tidak pernah melakukan pengecekan di wilayah tersebut, sehingga pembalakan liar kian merajalela.

Camat Mowewe Marwan yang dikonfirmasi Triaspolitika.id mengaku baru mengetahui terdapat puluhan batang kayu hasil pembalakan liar di Desa Lambo Tua.

Marwan berjanji bakal sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan atau KPH Mekongga Kolaka, untuk melakukan peninjauan di lapangan.

”Kami juga akan menggandeng muspika kecamatan Mowewe untuk meninjau langsung lokasi tersebut,” terang Marwan saat dihubungi, Selasa, (27/9/2022).

Sementara itu terkait banjir yang terjadi beberapa pekan terakir di wilayah tersebut, Marwan belum bisa memastikan secara pasti apakah bencana tersebut diakibatkan adanya pembalakan liar atau apa.

”Sebab akhir akhir ini intensitas hujan cukup tinggi. Bisa jadi juga penyebab terjadi banjir di wilayah tersebut,” katanya.

Marwan mengaku sejak menerima informasi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, BPD, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk segera melalukan tindakan di lapangan dengan pemasangan Portal.

Camat Mowewe berharap oknum yang kerap melakukan pembalakan liar di wilayah itu, segera menghentikan aktivitas. Sebab aktivitas tersebut bisa merugikan masyarakat di wilayah itu.

Editor: Dekrit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *