Diduga Beda Politik, Guru Honorer di Muna Dikeluarkan dari Dapodik

waktu baca 2 menit

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Seorang guru honorer di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dikeluarkan dari data pokok pendidikan atau dapodik.

Guru honorer yang bertugas di SD 2 Kabangka itu bernama Sartika. Ia dikeluarkan dari data dapodik sekolah, sekaligus dinonaktifkan sebagai guru honorer gegara sang suami beda pilihan di Pilkada Muna 2024 dengan kepala sekolah.

Sartika mengaku tidak mengetahui alasan pasti kepala sekolahnya mengeluarkan dirinya dari data dapodik.

Karena menurut dia, setiap hari ia selalu aktif mengajar bahkan selalu menunaikan tugas setiap apa yang diamanahkan oleh kepala sekolah.

Walaupun kata dia honor yang diterima tak sebanding dengan tugas yang diembannya, namun tetap menjalani tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

Selain itu, Sartika juga selalu terlibat pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Saya juga kaget tiba-tiba dapodik saya di nonaktifkan. Padahal setiap hari saya mengajar. Kalau masalah politik saya tidak mengerti, apapun yang diperintahkan pimpinan saya selalu ikut,” ujar Sartika, Senin (30/9/2024).

“Walaupun honor yang saya terima tidak sebanding. Tetapi saya tetap aktif mengajar. Satu tahun saya mengajar baru dapat honor tiga bulan,” sambung Sartika.

Kata Sartika, pengabdiannya sebagai guru pengajar kelas II di SDN 2 Kabangka selama ini menjadi sia-sia, hanya karena perbedaan arah dukungan sang suami di momentum pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Sowite tersebut.

Kendati sang suami berpihak kepada salah satu paslon, akan tetapi alumni Universitas Terbuka (UT) itu mengatakan, tidak pernah sekalipun dirinya terlibat dalam politik praktis.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelumnya Sartika pernah diancam, dapodik nya bakal dinonaktifkan oleh Kepala SDN 2 Kabangka karena dukungan suaminya terhadap calon lain.

“Mungkin gara-gara suami saya dukung pak Rajiun. Tapi kan itu hak politik suami saya, tidak ada hubungannya sama saya. Karena saya juga tidak pernah ikut kampanye, dan pernah lalai dalam tugas sebagai guru,” jelasnya.

Sementara itu kepala sekolah SDN 2 Kabangka, La Ganefo yang dikonfirmasi terkait hal tersebut belum ada tanggapan.

Reporter: Bensar Sulawesi