Debat Pertama: Rajiun dan Bachrun saling serang soal Jalan Rusak di Muna

waktu baca 2 menit

Muna, Triaspolitika.id – Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, Sulawesi Tenggara, saling serang soal jalan rusak dalam debat sesi kelima yang dilaksanakan di Sarana Olahraga (SOR) La Ode Pandu, Sabtu (02/11/2024) malam.

Awalnya, calon bupati nomor urut 1, Bachrun, bertanya kepada pasangan calon bupati nomor 2, LM Rajiun Tumada, mengenai janji-janji kampanye terkait penyelesaian infrastruktur jalan rusak di Kabupaten Muna. Bachrun menyoroti bahwa Pemda Muna memiliki ruang fiskal yang sangat kecil.

LM Rajiun menjawab bahwa program mereka mungkin dianggap luar biasa, namun masalah infrastruktur jalan lingkungan dan jalan usaha tani menjadi target sesuai visi dan misi mereka.

Kata dia, persoalan jalan di wilayah Kabupaten Muna bagian Timur, mulai dari Desa Langkoroni, Liwumetingki hingga perbatasan Desa Labulawa, dengan jalan rusak sepanjang 34 kilometer harus diselesaikan.

Mengenai dana, LM Rajiun menyebutkan bahwa dengan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp500 miliar, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp58 miliar, dan dana bagi hasil Rp37 miliar, program infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat dapat diselesaikan.

Bachrun menanggapi bahwa jika membangun infrastruktur menggunakan dana provinsi atau pusat, tidak perlu bupati, cukup kepala dinas. Menurutnya, Muna kekurangan anggaran sehingga potensi besar yang ada di Muna tidak berkembang. Ia meminta agar calon bupati memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan pembangunan.

Wakil Bupati pasangan nomor 1, Asrafil, mengatakan bahwa APBD Muna sebesar Rp1,3 triliun dengan belanja pegawai 70 persen dan belanja modal 30 persen, tidak cukup untuk pembangunan jalan rusak. Oleh karena itu, untuk meningkatkan APBD, harus diprioritaskan cara mendapatkan dana tambahan. Jika ada uang, jalanan rusak bisa diaspal dengan mudah.

Menanggapi pernyataan tersebut, Rajiun mengatakan disitulah kreativitas seorang pemimpin diuji. Ia menyebutkan bahwa saat menjadi Bupati Muna Barat dengan APBD Rp360 miliar, mereka bisa melakukan banyak hal. Dengan jumlah pegawai 50.026 orang dan belanja pegawai Rp346 miliar, dari APBD Muna Rp1,3 triliun masih dimungkinkan untuk menyisakan Rp87 miliar yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Muna.

“Program kami tidak sulit, termasuk pemberian pakaian sekolah gratis untuk mengatasi tingkat kemiskinan di Kabupaten Muna,” ujar LM Rajiun.

Untuk diketahui, KPU Muna menggelar debat Pilkada 2024, Lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, menghadirkan sejumlah panelis dan perumus. Debat dibagi dalam tiga segmen dan dipandu oleh Dian Cahyani.

Reporter: Bensar Sulawesi