Dashboard Kalosara, Tonggak Satu Data untuk Kolut

waktu baca 2 menit

KOLUT, TRIASPOLITIKA.ID — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara resmi meluncurkan Dashboard Kalosara sebagai upaya memperkuat tata kelola data daerah yang terintegrasi.

Peresmian berlangsung di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara, Senin (25/8), dipimpin Wakil Bupati Kolaka Utara H. Jumardin SE dan dihadiri Kepala BPS Kolaka Utara serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dashboard Kalosara merupakan inovasi BPS Kolaka Utara untuk menghimpun seluruh data sektoral OPD dalam satu wadah yang mudah diakses, cepat, dan terintegrasi. Kehadirannya diharapkan menjadi pijakan penting dalam membangun ekosistem data yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumardin, menegaskan pentingnya data terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Data yang terintegrasi akan memperkuat perencanaan pembangunan sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan. Setiap program pembangunan harus berbasis data yang riil, bukan sekadar asumsi,” ujarnya.

Menurutnya, peluncuran Dashboard Kalosara juga menjadi langkah strategis dalam penguatan pembinaan statistik sektoral serta mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Kepala BPS Kolaka Utara, Anisa Noor Roisdah, menambahkan bahwa Dashboard Kalosara dapat menjadi jembatan antara BPS dan OPD. Data yang terhimpun akan lebih mudah dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

“Penguatan sistem data melalui dashboard ini diharapkan dapat meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kolaka Utara dari 2,55 menjadi 2,6 agar masuk kategori baik,” jelas Anisa.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai IPS bukan sekadar tolok ukur kinerja tata kelola data daerah oleh BPS, tetapi juga menjadi indikator penting bagi Kementerian PANRB dalam penilaian Reformasi Birokrasi.

Sekadar diketahui, Dashboard Kalosara merupakan singkatan dari “Kolaborasi Bersama OPD Menuju Satu Data Kolaka Utara”. Nama Kalosara sendiri terinspirasi dari simbol adat suku Tolaki, masyarakat asli Sulawesi Tenggara, yang bermakna persatuan dan kebersamaan.

Semangat itu diharapkan menjadi landasan dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis data yang terintegrasi.

Reporter: Fyan