Bupati Kolut Beberkan Capaian Program Empat Tahun Kepemimpinannya

waktu baca 2 menit
Bupati Kolut Nur Rahman Umar

KOLUT, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, menggelar melaksanakan safari Ramadhan di Desa Bahari, Tolala, Kolut, Rabu (06/04/2022).

Agenda tahunan itu, dirangkaikan dengan penyerahan bantuan zakat mal terhadap fakir miskin. Dikesempatan itu juga turut di serahkan sertifikat hak atas tanah nelayan (Sehat Nelayan).

Bupati Kolut Nur Rahman Umar juga sempat menyinggung capaian programnya selama empat tahun bersama wakilnya Abbas.

Kata dia, program yang dicanangkan Pemkab Kolut sudah berjalan sesuai dengan peruntukannya. Namun tak luput ia mengakui jika masih terdapat program yang belum tuntas akibat pandemi Covid-19.

“Masih ada program yang belum terpenuhi. Tapi itu bukan kendala. Kami optimis tetap menggunakan anggaran sesuai skala prioritas demi kesejahteraan masyarakat Kolut,” ujar Nur Rahman.

Menurutnya, pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia dua tahun terakhir sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi setiap daerah.

Untuk Kabupaten Kolut sendiri kata dia, kondisi perekonomian sedikit lambat dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 2,66 persen. “Hal itu disebabkan karena refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Kendati demikian Nur Rahman tetap optimis akan melakukan terobosan demi kemajuan daerah. Hal itu ditandai dengan keberhasilannya dalam mempertahankan sistem pengelolaan keuangan dengan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, berdasarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di tahun 2021 dari target Rp 960,23 miliar dapat direalisasikan sebesar Rp 941,88 miliar atau 98, 09 persen.

“Kita punya indikator Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan (Sakip) yang sebelumnya dari predikat C kini meningkat hingga menghasilkan predikat B,” ujar Nur Rahman.

Sementara itu Wakil Bupati Kolut Abbas, mengatakan, keberhasilan pemerintah yaitu capaian program pendidikan dan kesehatan.

Utuk itu ia mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban, serta mengurangi saling menjelek-jelekan antar sesama.

“Sesungguhnya hal itu akan merusak atau berpotensi menciptakan kegaduhan dan dapat merusak kedamaian di daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Reporter: Fyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!