BNNK Kolaka Rilis Keberhasilan Tahun 2022

waktu baca 10 menit
BNNK Kolaka Rilis Keberhasilan Tahun 2022.|Dekri/Triaspolitika.id

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kolaka menggelar press rilis terkait keberhasilan dalam mensosialisasikan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah kerja BNNK Kolaka.

Pres rilis dilaksanakan di kantor BNNK Kolaka, jalan Pendidikan, Kelurahan Balandete, Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Jumat, (30/12/2022) sore.

Dalam pres rilis itu Kepala BNNK Kolaka Bentonius Silitonga menjelaskan, bahwasanya dalam periode tahun 2022 BNN Kolaka terus meningkatkan upaya melawan kejahatan narkotika dengan tagline yang digelorakan kepala dari BNN RI yaitu War on Drugs dan speed up never let up.

Kata Bentonius, perang besar terhadap kejahatan narkotika yang diserukan pemimpin bangsa ini masih menjadi permasalahan serius dan ancaman nyata sebagai senjata pembunuh massal yang paling efektif menghancurkan suatu bangsa.

Hal ini menuntut seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama melawan kejahatan narkotika yang terorganisir dan bersifat lintas negara.

”Dalam mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi khusus, yaitu keseimbangan penanganan antara soft power approach, hard power approach, smart power approachdan cooperation yang bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok narkotika, mulai dari produsen hingga pada jaringan pengedarnya dan memutus mata rantai para penyalah guna narkotika serta membentuk daya imunitas masyarakat kabupaten Kolaka untuk secara tegas menolak penyalahgunaan serta peredarannya,” ,” jelas Bentonius.

Lanjut Bentonius, pada strategi soft power approach yang meliputi bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi, BNNK Kolaka telah melakukan banyak pencapaian dan dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.

”Pada strategi ini, BNN Kolaka melakukan pendekatan demand reduction, yaitu dengan langkah-langkah preventif ditempuh sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan individu dan kekebalan menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” jelas Kepala BNNK Kolaka.

Menurutnya, selama ini BNN Kolaka telah mendorong pemerintah daerah agar bersinergi dan berpartisipasi aktif serta terlibat dalam upaya P4GN.

”Salah satu agenda penting yang digaungkan oleh BNN Kolaka yaitu terbentuknya peraturan daerah terkait P4GN, yang telah disahkan pada rapat paripurna DPRD Kolaka pada tanggal 29 Desember 2022, dengan nomor 12/124/2022,” ujar Bentonius.

Peraturan daerah P4GN merupakan salah satu amanat presiden yang tertuang dalam intruksi presiden nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi nasional P4GN tahun 2020-2024 dan peraturan menteri dalam negeri nomor 12 tahun 2019 tentang fasilitasi upaya P4GN oleh pemerintah daerah.

Selain peraturan daerah yang telah terbentuk, Pemda Kolaka juga telah memfasilitasi pelaksanaan deteksi dini tes urine kepada pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada, dengan sampling 1.428 orang.

Meski menggunakan anggaran yang terbatas kata dia, namun BNN Kolaka telah menjangkau 5 desa/kelurahan Bersinar (bersih narkoba) melalui program prioritas nasional yaitu Desa Ulu Baula, Kelurahan Watuliandu, Kelurahan Tahoa, Kelurahan Kolakaasi dan Kelurahan Lamokato yang juga merupakan sinergi program kampung tangguh dengan Polres Kolaka.

Lanjut Bento, war on drugs juga telah diserukan oleh pemda Kolak amelaui surat edaran Bupati Kolaka nomor 44 tahun 2021 tentang kebijakan pencegahan peredaran gelap narkoba di tingkat desa dan kelurahan se- kabupaten Kolaka.

Bentonius Silitonga berharap, 100 desa dan 35 kelurahan dapat menjadi wilayah Bersinar secara serentak, bersama-sama dan mandiri, sehingga tidak ada celah bagi bandar/pengedar masuk dan menguasai pasar di Kabupaten Kolaka.

”Sebagai feedback dari program prioritas nasional desa/kelurahan bersinar tersebut, dilakukan pengukuran indeks ketahanan diri remaja dan indeks ketahanan keluarga,” jelasnya.

Lebih jelas Bento menuturkan, indeks ketahanan diri remaja tercapai dengan nilai indeks 50,17 dari target 51 dengan predikat tinggi, sedangkan indeks ketahanan keluarga tercapai dengan nilai indeks 92,143 dari target 78,66 dengan predikat sangat tinggi.

Hal itu mengindikasikan bahwa di lima lokus kegiatan yang dijadikan program prioritas nasional telah terbentuk pemahaman, kesadaran dan perilaku daya tangkal menolak bahaya narkoba baik secara individu maupun keluarga.

”Meskipun wilayah kerja BNN Kolaka cakupannya sangat luas, yakni Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara dan kabupaten Bombana, tidak menyurutkan langkah kami dalam perang melawan kejahatan narkotika. Hal ini tergambar dari hasil koordinasi ke empat pemerintah daerah tersebut. Seluruh pemerintah daerah berkomitmen untuk bersama bersinergi dalam perang ini,” jelasnya.

Lanjut Bentonius, sejauh ini pemerintah daerah Kolaka Timur, melalui Badan Kesbangpol telah menganggarkan dukungan P4GN melalui kampanye masif dan kegiatan deteksi dini melalui tes urine narkotika kepada masyarakat Kolaka Timur dan seluruh pejabat di lingkungan pemda Kolaka Timur, termasuk Bupati dan ketua DPRD Koltim.

”Dalam beberapa kali pertemuan hingga rapat paripurna DPRD Kolaka Timur, telah mengangkat wacana pembentukan BNN Kabupaten Kolaka Timur kedepan. Demikian juga di kabupaten Kolaka Utara dan Bombana,” ujarnya.

”Bupati berkomitmen bersinergi dengan BNN dalam mewujudkan masyarakatnya yang terlindungi dan terselamatkan dari kejahatan narkotika,” sambung Bentonius.

Di samping dukungan dari pemerintah daerah, BNN Kolaka juga menggandeng peran instansi swasta dan masyarakat untuk terlibat dalam P4GN.

Beberapa dukungan kepada BNN Kolaka dari beberapa instansi swasta maupun BUMN telah menunjukkan respon positif meskipun belum optimal. Untuk itu Bento berharap kedepan dukungan melawan narkoba dari pihak swasta maupun BUMN dapat lebih maksimal.

Selama periode tahun 2022, BNN Kolaka telah melakukan screening tes urine melalui kegiatan dipa dan non dipa. Adapun rincian diantaranya kegiatan dipa BNN Kolaka dengan jumlah 195 orang dengan keterangan 16 orang positif dan 179 orang negatif.

Sedangkan kegiatan non dipa instansi pemerintah dengan jumlah 1.650 orang dengan keterangan 3 orang positif dan 1.647 orang negatif. Sementara itu non dipa lingkungan swasta dengan jumlah 1.373 orang dengan keterangan hasil 4 orang positif dan 1369 orang negatif. Sehingga total keseluruhan berjumlah 3.218 orang yang telah dilakukan deteksi dini melalui tes urine.

”Guna membantu penyebaran informasi P4GN, kami telah membentuk penggiat anti narkoba sejumlah 100 orang di empat lingkungan. Penggiat di instansi pemerintah sejumlah 30 orang, penggiat di instansi swasta sejumlah 20 orang, di lingkungan masyarakat 30 orang penggiat, dan lingkungan pendidikan sejumlah 20 orang,” terangnya.

”Selaku kepala BNN Kolaka saya mengucapkan terima kasih kepada pihak swasta dan BUMN yang terlibat dalam mendukung kegiatan hari anti narkotika nasional pada bulan Juni 2022 lalu,” ujarnya.

Selain upaya pencegahan dan pembedayaan masyarakat, upaya rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika merupakan solusi terbaik sebagai langkah dekriminalisasi penyalah guna.

Dengan demikian diharapkan rutan kelas IIB Kolaka murni akan dihuni oleh penjahat narkotika yang sesungguhnya, sementara pecandu menjalani program rehabilitasi hingga pulih, produktif, hingga memiliki reintegrasi sosial.

”Pulihnya para pecandu dan tidak kambuh kembali berdampak pada turunnya permintaan dan turunnya peredaran gelap narkotika,” jelas dia.

Selama kurun waktu tahun 2022, BNN Kolaka melakukan pojok konseling sebagai tindak lanjut dari pks tentang P4GN antara BNN Kolaka dan Rutan kelas IIB Kolaka, secara khusus melaksanakan layanan rehabilitasi bagi warga binaan pemasyarakatan yang terjerat uu nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, khusus yang terkena pasal 127.

Dengan demikian BNN Kolaka telah melakukan upaya rehabilitasi rawat jalan, baik di klinik pratama BNNK Kolaka dan pojok konseling Rutan kelas IIB Kolaka.

”Total pecandu yang mendapatkan pelayanan berjumlah 74 klien dari target 60 orang, atau capaian 123,33%, dengan rincian hasil operasi bersinar melalui sidak tes urine 23 orang, datang atas kesadaran sendiri 11 orang, screening intervensi lapangan 12 orang, rujukan ibm 3 orang dan pojok konseling 25 orang,” jelasnya.

Lanjut dia, rentan usia yang menjalanani rehabilitasi di BNN Kolaka antara 15-52 tahun, usia 15-30 tahun berjumlah 42 klien dan usia 31-52 tahun berjumlah 32 klien.

Sedangkan program pasca rehabilitasi diikuti oleh 30 klien dari target 25 klien atau capaian 120%. Metode penjangkauan lainnya adalah metode intervensi berbasis masyarakat (IBM) yang terbentuk di kelurahan Kolakaasi dan Watuliandu.

Penggiat agen pemulihan yang terbentuk di kelurahan tersebut dilatih dan diberi bimbingan teknis dengan didampingi oleh petugas rehabilitasi disetiap kegiatan yaitu, bagaimana menjangkau, melakukan konseling hingga pemantauan para pecandu di wilayahnya untuk tidak kambuh kembali.

Dengan demikian agen pemulihan merupakan kepanjangan tangan BNN Kolaka dalam upaya menyadarkan dan memulihkan pecandu. Selama kurun waktu tiga bulan terakhir, terdapat 11 penyalahguna yang berhasil dijangkau dan disadarkan oleh agen pemulihan melalui program rehabilitasi berbasis masyarakat.

”Dengan demikian masyarakat yang telah mendapatkan upaya penyadaran melalui rehabilitasi berjumlah 82 orang pecandu, 74 orang pecandu dilakukan oleh petugas bnn dan 8 orang oleh petugas agen pemulihanibm di kelurahan kolakaasi dan kelurahan Watuliandu,” terang Bentonius.

Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2011 tentang institusi penerima wajib lapor, pada pasal 22 ditekankan bahwa permasalahan pecandu atau penyalah guna narkotika yang kurang mampu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Fakta selama ini pecandu yang seharusnya mendapatkan layanan rehablitasi rawat inap belum dapat mendapatkan layanan tersebut karena permasalahan tempat rehabilitasi rawat inap terdekat yang belum tersedia dan masalah finansial.

”Oleh sebab itu dibutuhkan kerja sama yang baik dan langkah konkret terkait hal ini guna mewujudkan kabupaten Kolaka yang bebas narkoba,” jelasnya.

Selain layanan rehabilitasi, klinik pratama BNN Kolaka juga melayani surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika dengan capaian 1.100 pemohon dari target 1.100 pemohon capaian 100% dengan rincian bersifat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) 1.098 pemohon dan non pnbp 2 orang pemohon.

Kepala BNNK Kolaka menjelasakan, pada strategi hard power approach, BNN Kolaka bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya di Kolaka, melakukan penindakan terhadap segala bentuk kejahatan narkotika.

Pada periode Januari hingga Desember 2022, BNN Kolaka berhasil mengungkap tiga, berkas jaringan terorganisir. Meskipun ketiga berkas tersebut memiliki barang bukti yang tidak terlalu signifikan di bawah 1 gram, namun ketiganya merupakan jaringan terorganisir bahkan dua diantaranya merupakan residivis dengan kasus yang serupa dan belum terlalu lama lepas dari balik jeruji hingga tertangkap kembali.

Selain itu, pada tahun 2022 tim gabungan yang dipimpin BNN Provinsi Sulawesi Tenggara didukung oleh personel BNN Kolaka telah mengungkap 1 kg ganja kering.

Barang tersebut ditemukan BNN dimiliki oleh TF dan PD warga Kelurahan Sakuli ditangkap oleh tim gabungan di salah satu jasa pengiriman di Kolaka.

”Kejahatan ini melibatkan jaringan antar provinsi yaitu jaringan Medan melalui Jakarta hingga ke Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Selain itu, kinerja tim asesmen terpadu (TAT) telah mengasesmen 18 terduga/tersangka dari total target 6 orang atau capaian 300%.

Rincian TAT berasal BNNK Kolaka satu pemohon, dari Polres Kolaka enam pemohon dan Polres Kolaka Utara 11 pemohon. Hasil rekomendasi TAT merekomendasikan 16 orang lanjut proses hukum dan 2 orang direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi.

Strategi BNN Kolaka lainnya adalah cooperation. Melalui strategi cooperation, BNN Kolaka secara sadar perlu meningkatkan kerjasama dan dukungan partisipasi dari berbagai pihak karena perang terhadap kejahatan narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua pihak saja.

Pada tahun 2022, BNN Kolaka telah menandatangani tiga dokumen kerja sama P4GN dengan rincian satu dokumen kerja sama dengan instansi pemerintah yaitu dengan pihak Rutan kelas IIB Kolaka, satu dokumen komponen swasta yaitu dengan pihak PT. Sultra Alam Perkasa dan satu dokumen komponen masyarakat yaitu himpunan pengusaha tolaki indonesia (HIPTI) sehingga hingga akhir tahun 2022 total dokumen kerjasama selama ini berjumlah 22 dokumen kerjasama.

Kinerja penanggulangan narkotika yang maksimal tidak lepas dari faktor kualitas sumber daya manusia yang harus terus meningkat.

Pelatihan konselor dan tenaga penyuluh melalui penggiat anti narkoba internal yang dilakukan oleh bnn diharapkan dapat meningkatkan pelayanan P4GN ke masyarakat.

Selain itu, budaya kerja dan manajemen perubahan terus digaungkan dan diterapkan oleh BNN Kolaka selama kepemimpinan kepala BNN Kolaka saat ini.

”Budaya kerja BNN RI berani, nasionalisme, netral, responsif, dan inovatif ditambah moto kerja BNN Kolaka yaitu kerja cepat, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja hebat, dan kerja dahsyat diharapkan dapat meningkatkan kualitas sdm di BNN Kolaka dalam melakukan pelayanan ke masyarakat,” ujar Bentonius.

Kata dia, berkat kerja keras seluruh jajaran dalam melaksanakan tugasnya, BNN Kolaka selama kurun waktu tahun 2022 berhasil meraih prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak, antara lain, penghargaan sebagai peringkat i nilai IKPA terbaik kategori pagu kecil periode semester I tahun 2022 dari KPPN Kolaka dan penghargaan/apresiasi telah memberikan bantuan serta dukungan dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi narkoba terhadap warga binaan permasyarakatan dalam P4GN di Rutan kelas IIB Kolaka oleh kantor Kemenkumham wilayah sultra.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh personil di BNN Kolaka atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika untuk mewujudkan Indonesia bersinar (bersih narkoba).

”Mari satukan tekad, kuatkan langkah! bersama kita perangi narkotika karena ini adalah pekerjaan mulia, menyelamatkan anak bangsa, dan upahmu besar di surga,” tandasnya.

Editor : Dekri