BLK Kolut Minim Fasilitas, Animo Peserta Pelatihan Tetap Tinggi
KOLAKA UTARA, TRIASPOLITIKA.ID – Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, menghadapi tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan pelatihan kerja.
Minimnya fasilitas dan sarana penunjang dinilai menjadi hambatan utama dalam pengembangan keterampilan peserta pelatihan, meski minat masyarakat semakin tinggi.
Kepala UPT BLK Disnaker Kolaka Utara, Hadyanto, menyebutkan bahwa keterbatasan fasilitas berdampak langsung terhadap kualitas pelatihan. Hal itu sangat disayangkan mengingat tahun 2025 menunjukkan lonjakan animo pendaftar yang signifikan.
“Di BLK ini ada empat jurusan yang kami buka, yakni operator alat berat, welding (pengelasan), garmen (menjahit), serta pembuatan kue dan roti. Namun fasilitas untuk kelas operator alat berat belum tersedia, sementara tiga jurusan lainnya juga masih kekurangan alat dan bahan penunjang,” ungkap Hadyanto saat ditemui, Senin (16/6/2025).
Jurusan operator alat berat, yang baru dibuka tahun ini, bahkan menjadi program pelatihan paling diminati. Dalam waktu tiga hari sejak dibuka, tercatat 217 orang mendaftar, jauh melampaui kuota yang hanya 16 peserta per kelas.
“Jumlah peserta yang diterima hanya 64 orang dari keempat jurusan yang tersedia. Antusiasme ini menunjukkan kebutuhan tinggi masyarakat terhadap keterampilan kerja, khususnya di bidang alat berat,” jelasnya.
Karena keterbatasan fasilitas di BLK Kolaka Utara, khusus untuk pelatihan operator alat berat sementara akan dialihkan ke BLK Kabupaten Kolaka yang memiliki fasilitas simulator lebih lengkap. Untuk itu, pihaknya tengah menyusun nota kesepahaman (MoU) agar dapat menggunakan fasilitas milik daerah tetangga.
Meskipun menghadapi keterbatasan, Disnaker Kolaka Utara tetap berkomitmen menjalankan fungsi pelatihan vokasi dengan mendorong terciptanya tenaga kerja terampil dan siap bersaing. Hadyanto berharap pemerintah dapat memperhatikan kebutuhan fasilitas dan anggaran yang lebih memadai agar mampu menjawab tingginya keinginan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan kerja.
“Ini semua bentuk upaya kami untuk menjawab aspirasi dan harapan masyarakat yang ingin maju,” tutup Hadyanto.
Reporter: Fyan







