Bawaslu Busel Gandeng Insan Pers, Tangkal Berita Hoaks dan Ujaran Kebencian pada Pemilu

waktu baca 2 menit
Bawaslu Busel Gandeng Insan Pers, Tangkal Berita Hoaks dan Ujaran Kebencian pada Pemilu

BUSEL, TRIASPOLITIKA.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara, mengajak insan pers untuk ikut mengelar Media Gathering dan Persamaan Presepsi pada Pemilu 2024 mendatang.

Kegiatan yang bertema ”Peran Media Dalam Melawan Berita Hoaks, Ujaran Kebencian dan Isu Sara” itu, dilaksanakan di gedung Al-Safitri, Batauga pada Rabu (20/7/2022).

Pada kegiatan tersebut Bawaslu Busel menghadirkan ketua PWI Baubau La Ode Aswarlin, sebagai narasumber.

Komisioner Bawaslu Busel, Rosni mengatakan, media massa memiliki peran penting dalam mengawal Pemilu serentak 2024 nanti.

“Untuk itu kami dari Bawaslu Busel ingin bersinergi dengan media massa, untuk bersama-sama dalam melawan berita hoaks, ujaran kebencian serta isu sara pada Pemilu nanti,” ujar Rosni.

Menurut Rosni, Media masa sangat membantu Bawaslu dalam memberikan informasi positif serta apa saja yang menjadi laranngan pada Pemilu nanti.

“Media juga dapat menginformasikan tugas Bawaslu kepada masyarakat. Kami berusaha menjalin kerjasama, sebagai lembaga yang terbuka dan informatif,” katanya.

Lanjut dia, Media merupakan salah satu pilar demokrasi di negara ini, melalui informasi. Peran media juga yang dapat menciptakan pemilu damai , aman dan nyaman.

Ketua Bawaslu Busel Mahyudin mengatakan, Bawaslu perlu menumbuh kembangkan kepercayaan publik, melalui keterbukaan informasi.

Kata dia, memperoleh informasi adalah hak setiap orang. Oleh karenanya masyarakat harus diberi informasi, khususnya tentang tupoksi dan kinerja Bawaslu.

“Masyarakat perlu diberikan informasi yang jelas, hal itu merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga terhadap publik termaksud Bawaslu,” katanya.

Bawaslu Busel kata Wahyudin, selalu mengedepankan transparansi. Bawaslu Busel juga telah melakukan kerja sistem pengelolaan informasi melalui internal humas Bawaslu yang telah di publikasi.

“Namun kami pahami kerja internal kurang efektif. Olehnya itu insan pers bersama Bawaslu bisa kolaborasi dalam memberikan informasi ke publik menjadi masif dan terukur,” tandasnya.

Sementara itu Ketua PWI Kota Baubau Laode Aswarlin meminta media dalam memberikan informasi utamanya dalam mengawal pemilu serentak 2024, selalu mengedepankan kode etik jurnalistik.

“Kode etik jurnalis. Asas perimbangan pemberitaan juga sangat perlu diperhatikan oleh media,” katanya.

Kata Aswarlin, maraknya media yang tidak memliki unsur jurnalistik atau biasa dijuluki sebagai media karbitan, perlu juga di antisipasi oleh media-media pers yang propesional.

“Media karbitan kerap menjadi boomerang saat pesta demokrasi berjalan,” tandasnya.

Reporter: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!