Banjir Lumpur Rendam Puluhan Rumah di Pomalaa, Warga Soroti Dugaan Dampak Tambang
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Puluhan rumah warga di Dusun I, Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, terdampak banjir lumpur setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Senin (4/5).
Banjir terjadi di sekitar ruas jalan poros Pomalaa–Kolaka. Material lumpur dilaporkan masuk ke permukiman warga dan merendam rumah dengan ketinggian sekitar 30 hingga 50 sentimeter.
Akibat kejadian ini, puluhan rumah mengalami kerusakan, terutama pada perabotan rumah tangga. Selain itu, satu ruas jalan desa dan area persawahan warga juga tertutup lumpur. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Desa Pesouha, Astin Sutrisno, mengatakan banjir lumpur yang masuk hingga ke dalam rumah warga baru pertama kali terjadi.
“Biasanya hanya air, tapi sekarang lumpur sampai masuk ke rumah warga. Kami khawatir ini dipicu oleh sedimentasi dari aktivitas tambang di hulu,” ujarnya.

Warga menduga banjir diperparah oleh sedimentasi yang berasal dari aktivitas perusahaan tambang di wilayah hulu desa. Mereka menilai sistem pengelolaan air limpasan belum optimal sehingga material lumpur terbawa hingga ke permukiman.
Masyarakat pun meminta pemerintah daerah serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka untuk turun langsung meninjau lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan lingkungan, khususnya sistem drainase dan pengendalian air dari aktivitas tambang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan tersebut.
- Reporter: A. Jamal







