ANTAM Kerahkan Alat Berat Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Pomalaa
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka, menunjukkan komitmen tanggap bencana dengan mengerahkan alat berat guna menormalisasi sungai dan saluran drainase di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Pesouha, Yastin Sutrisno, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat yang dilakukan ANTAM dalam membantu masyarakat terdampak. Ia menjelaskan bahwa banjir yang terjadi sebelumnya telah merendam sejumlah rumah warga dan fasilitas pendidikan di desanya.
“Saat banjir melanda, ANTAM langsung membawa alat berat untuk menormalisasi sungai dan membuat parit. Hasilnya, banjir cepat surut meskipun hujan masih turun selama beberapa hari berikutnya,” ujar Yastin saat ditemui, Sabtu (31/5).
Ia menambahkan, hingga kini alat berat milik ANTAM masih beroperasi di lapangan, dan masyarakat berharap langkah tersebut dapat mencegah banjir serupa terjadi kembali di masa mendatang.
Sementara itu, Kolaka CSR & External Relation PT ANTAM UBPN Kolaka, Bambang Tri Ariwibowo, menegaskan bahwa pengerahan alat berat merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam merespons penanganan banjir secara cepat dan tepat sasaran.

Menurutnya, normalisasi aliran sungai dan rehabilitasi drainase merupakan langkah krusial untuk meminimalisasi risiko banjir, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi.
“Kami hadir untuk memberikan solusi jangka pendek sekaligus mendukung pemulihan lingkungan secara menyeluruh,” kata Bambang.
Terkait penyebab banjir, Bambang menyebutkan bahwa masifnya aktivitas pertambangan di kawasan tersebut turut menjadi faktor utama, meskipun ia memastikan bahwa banjir di Desa Pesouha bukan disebabkan oleh kegiatan operasional ANTAM.
“Memang terdapat Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) ANTAM di sekitar Desa Pesouha dan Huko-huko. Namun, aktivitas pertambangan kami di area tersebut tidak bersifat masif, dan aliran air dari tambang aktif tidak mengarah ke wilayah desa,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Bambang, ANTAM tengah fokus melaksanakan kegiatan reklamasi di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) sekitar Pesouha dan Huko-huko sebagai bagian dari penerapan kaidah pertambangan yang baik dan berkelanjutan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian ANTAM terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional, sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial secara konsisten.
“Bencana alam seperti banjir menjadi perhatian serius kami. Tidak hanya dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga dukungan teknis dan penanganan langsung di lapangan. Ini adalah bagian dari prinsip ANTAM untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat dibutuhkan,” tutup Bambang.
Langkah cepat ANTAM ini diapresiasi masyarakat sebagai bentuk nyata kepedulian korporasi terhadap lingkungan dan keselamatan warga di sekitar wilayah pertambangan. ANTAM kembali menunjukkan bahwa peran dunia usaha tidak berhenti pada kegiatan ekonomi semata, tetapi juga mencakup kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Reporter: A. Jamal







