ALAM Sultra Bongkar Kelalaian Binawasker Sultra: Kecelakaan Kerja Berulang, Sanksi Mana?

waktu baca 2 menit
Rahman, Ketua ALAM Sultra

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Rentetan dugaan kecelakaan kerja di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara bukan sekadar statistik, melainkan cerminan lemahnya sistem perlindungan pekerja. Aliansi Aktivis Mahasiswa (ALAM) Sultra menyoroti isu ini dengan serius.

Kasus-kasus tersebut meluas ke sektor pertambangan, proyek konstruksi, dan industri berisiko tinggi lainnya, menegaskan kegagalan pengawasan ketenagakerjaan di daerah.

Rahman Kusambi, mantan Menteri Pergerakan BEM FIB UHO, menilai berulangnya insiden ini mencerminkan masalah sistemik, khususnya peran Binawasker yang belum optimal.

“Ketika kecelakaan kerja terus berulang di sektor berisiko seperti pertambangan, yang perlu dipertanyakan bukan hanya perusahaan, tapi sejauh mana negara hadir lewat pengawasan efektif. Binawasker tak boleh sekadar simbol administratif,” tegas Rahman, Minggu (5/4/2026).

Ia menuntut transparansi penuh, publik berhak tahu jumlah kasus di tambang dan sektor lain, proses penanganannya, serta sanksi yang dijatuhkan.

“Transparansi bukan formalitas, tapi pertanggungjawaban moral dan institusional. Jika data ditutup, spekulasi terbuka lebar dan kepercayaan publik terkikis,” tambahnya.

ALAM Sultra menekankan penanganan tak boleh berhenti pada administratif semata. Perusahaan lalai harus dihukum tegas, terutama di sektor risiko tinggi, disertai pemulihan layak bagi korban.

Rahman mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan, kapasitas pengawas, integritas lembaga, hingga mekanisme akuntabel.

“Keselamatan kerja bukan sekadar aturan, tapi penghormatan kemanusiaan. Negara tak boleh kalah oleh kelalaian, pengawasan tak boleh tunduk kepentingan,” ujarnya.

Sebagai komitmen, ALAM Sultra akan kawal isu ini, soroti kecelakaan di tambang dan sektor lain, serta siap aksi moral jika tak ada langkah konkret menuju transparansi dan perbaikan sistemik.

  • Reporter : Farid