23 Pejabat Pemkab Konawe Ikuti Uji Kompetensi JPT Pratama

waktu baca 2 menit
Kegiatan uji kompetensi JPT Konawe,

TRIASPOLITIKA.ID : KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe resmi membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama lingkup Pemkab Konawe Tahun 2025 di Hotel Same, Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 November, menjadi agenda penting dalam memastikan kualitas manajerial pejabat eselon II yang memegang peran strategis di pemerintah daerah.

Sebanyak 23 pejabat eselon II dari berbagai perangkat daerah tercatat mengikuti proses uji kompetensi tersebut. Mereka terdiri atas para kepala dinas, kepala badan, staf ahli bupati, serta para asisten daerah yang selama ini mengemban tanggung jawab dalam urusan teknis maupun administrasi pemerintahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan dalam sambutannya saat membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh peserta yang hadir dan bersedia mengikuti rangkaian tahapan penilaian.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan uji kompetensi bukan sekadar agenda rutin atau formalitas belaka, tetapi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan karier aparatur sipil negara (ASN) untuk memastikan setiap pejabat menempati posisi yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan organisasi.

“Uji kompetensi ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepala daerah untuk melihat sejauh mana kesiapan personil—apakah sudah bekerja intens, maksimal, dan sesuai tanggung jawab,” terang Ferdinand.

Ia menekankan bahwa proses ini dirancang untuk mengukur kemampuan manajerial, integritas, inovasi, serta pemahaman peserta terhadap tugas pokok dan fungsi di perangkat daerah masing-masing.

Sekda menambahkan bahwa pejabat yang selama ini menunjukkan kinerja profesional, disiplin, dan mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawab tidak perlu merasa khawatir menghadapi seluruh tahapan penilaian. Namun ia mengingatkan, bagi yang masih menunjukkan kinerja kurang optimal, proses ini akan menjadi tantangan yang lebih berat.

“Kalau teman-teman sudah bekerja dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika belum maksimal, mungkin akan terasa lebih berat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman mengikuti uji kompetensi pada periode sebelumnya, sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan psikologis dan membuat peserta lebih siap menjalani tahapan tes, baik itu penilaian makalah, wawancara, maupun presentasi.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe untuk memastikan seluruh proses evaluasi berjalan transparan, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Uji kompetensi ini, katanya, merupakan mekanisme penting untuk menilai kesesuaian kualifikasi, kompetensi, serta performa para pejabat dalam menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

“Hasil uji kompetensi ini akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menata organisasi, melakukan evaluasi kinerja, serta memetakan kebutuhan pejabat guna mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujarnya.