IRT Dikeroyok, Polres Muna didesak Segera Tangkap Pelaku

waktu baca 2 menit
Aksi demonstrasi meminta menyelesaikan kekerasan terhadap wanita Parubayah

MUNA, TP – Puluhan perempuan yang tergabung dalam Forum Pemerhati Perempuan Muna (FPPM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Lambu Ina (LI), serta perempuan yang tergabung dari Forum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (FP2TP2A)

Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar aksi di kantor Polres Muna Senin, (07/12/2020) siang.

Perempuan-perempuan tersebut meminta Polres Muna untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan terhadap Elvina alias Angguci salah seorang Ibu rumah tangga (IRT) yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Triaspolitika.id, IRT tersebut dikeroyok oleh dua orang perempuan inisial LN dan KR serta satu orang laki-laki berinisial IKB. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (01/12/2020) malam pukul 18.45 Wita.

Berdasarkan informasi, kasus pengeroyokan IRT itu sudah masuk pada tahap pemeriksaan saksi. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti. Sayangnya, hingga saat ini, kepolisian belum menetapkan status para pelaku.

Salah seorang anggota dari Forum Pemerhati Perempuan Muna, Martha Erni menuturkan, pihaknya ikut turun kejalan karena merasa terpanggil adanya kekerasan terhadap perempuan. Menurut Martha, kasus tersebut merupakan pelanggan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Apalagi hal ini menimpa seorang Ibu paruh baya yang berstatus singel parent. Untuk itu, kami meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku tersebut,” ujar Martha.

Sementara itu Korlap Aksi, Rola Falawati menilai, bahwasanya polisi terkesan lamban dalam menyelesaikan kasus tersebut, sehingga terkesan ada diskriminasi, berbeda dengan ketika masyarakat biasa yang melakukan pelanggaran.

“Apakah karena dia seorang pejabat dan anak dari seorang tokoh lalu kasus ini coba didiamkan,” teriak Rola Falawati dalam orasinya.

Aksi damai itu diterima langsung oleh Kasat Reskrim Polres Muna, Aiptu Hamka. Dihadapan massa aksi, Kasat Reskrim berjanji bakal menindaklanjuti kasus tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku.

Usai berdialog dengan Kasat Reskrim, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Massa berjanji akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Mereka juga mengancam, bakal menurunkan massa yang lebih banyak lagi jika pihak kepolisian tidak serius untuk menyelesaikan kasus tersebut. Massa juga berencana bakal mengadukan hal tersebut kepada Komnas Perempuan.

Laporan : Tim Triaspolitika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!