oleh

Cerita PSK Kolaka, Nyaris Berhubungan Badan dengan Kakak Kandungnya

“Saya pernah hampir berhubungan badan dengan kakak kandung sendiri. Saat bertemu di penginapan, saya malah kena gampar sama tendangan,” kata Kembang.

  • Penulis : Dekri Adriadi
    Wartawan : Triaspolitika.id

Pekerja Seks Komersial (PSK) di mata masyarakat hingga saat ini masih dipandang sebelah mata. Namun tahukah kalian jika banyak kisah dibalik profesi yang mereka lakoni itu tidak sedikit membuat orang harus geleng-geleng kepala. Apalagi jika ada sebuah kisah menarik yang mereka dapatkan saat menjajakan diri di media sosial.

Seperti kisah si Kembang (bukan nama asli), yang menceritakan pengalamannya selama mejadi PSK online melalui aplikasi MiChat. Kembang menceritakan pengalamanya yang begitu konyol.

Waktu menunjukan pukul 23.00 wita. Seperti biasanya, Kembang standby (bersiap) di dalam kamar pesanggrahan murah berukuran empat kali empat, sembari mengaktifkan aplikasi layar hijaunya.

Perempuan yang masih berusia 20 tahun itu kerap mencari-cari uang tambahan melalui aplikasi MiChat. Kembang memasang tarip untuk sekali kencan Rp600 ribu rupiah, sedangkan untuk kencan yang begitu lama Kembang memasang tarip Rp1,5 hingga Rp1,7 juta. ”Tapi kan ada tawar menawar sebelum bertemu,” kata Kembang.

Untuk menjadi pelanggan aplikasi MiChat kata dia, sedianya kita harus memahami lebih awal beberapa kode dalam dunia prostitusi yang kerap digunakan PSK. Seperti Open BO/Booking Order (buka pemesanan), ST: Short Time (Jangka waktu pendek untuk melakukan kegiatan mantap-mantap, biasanya 1-2 jam), dan LT: Long Time (Jangka waktu panjang, biasanya 6-8 jam).

Kala itu ada beberapa pria hidung belang yang mampir di aplikasinya sebagai calon pelanggan. ”Banyak sekali yang chat saya, tapi hampir semuanya PHP (pemberi harapan palsu),” katanya.

Namun hingga suatu ketika Kembang menerima calon pelanggan yang pasti. ”Dia chat saya BO, yah saya jawab saja Ia. Kemudian dia bertanya berapa sekali main, saya jawab ST: Rp600 ribu,” jelas Kembang.

Tawar menawar keduannya pun terjadi. ”Dia tawar dua kali lipat dari tarip yang Saya sebutkan. Saya langsung beritahu bisa turun tapi Rp400 ribu saja, kamar nanti saya yang tanggung. Dia langsung jawab Ok,” sambung Kembang.

Keduanya pun janjian bertemu di kamar Kembang. Setelah janjian bertemu, pria hidung belang tersebut, kemudian menuju ke kamar Kembang disalah satu penginapan yang ada di Kolaka. ”Lokasinya saat chat saya sepertinya dekat sekali. Karna kurang dari lima menit dia sudah tiba,” katanya.

Sembari mengisap sebatang rokok, Kembang kembali bercerita, jika setiap mendapat pelanggan, Ia selalu penasaran dengan sosok pria yang nantinya berhubungan badan bersamanya.

”Namanya pake michat, foto yang ada di profil bukan foto asli.┬áBegitu pun pelanggan yang pesan, mau tua mau muda, kenal atau tidak kalau sudah pesen ya artinya sudah deal,” katanya.

Singkat cerita, si hidung belang kemudian mengetuk kamar Kembang. ”Sempat deg degan karna pernah yang pesan itu orangnya besar, anunya juga besar,” uangkap Kembang sembari tersenyum.

Alih-alih bukannya mendapat Rp400 ribu seperti kesepakatan awal melalui aplikasi MiChat, Kembang justru mendapat gampar dan tendangan dari pria tersebut.

”Saya juga tidak perhatikan wajahnya. Saya hanya lihat badanya karna gelap. Setelah buka pintu kamar, saya langsung masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil,” ujar Kembang.

Setelah keluar dari kamar mandi, kata Kembang, ternyata pria hidung belang tersebut telah menyalakan lampu kamar.

”Jadi kelihatan jelas wajah kita,” lanjut Kembang, sembari tertawa terbahak-bahak saat mengingat kisahnya yang begitu konyol.

Saat melihat wajah pria hidung belang itu kata Kembang, Ia serasa ingin memiliki kesaktian agar bisa menghilang dari tatapan pria tersebut. ”Seperti mau menghilang, tapi tidak bisa. Pokonya mau pingsan juga tidak bisa,” kata Kembang.

Tidak banyak tanya, kata Kembang pria yang menawar jasanya di aplikasi MiChat itu langsung menggamparnya beberapa kali kemudian menendangnya. ”Cuman satu saja yang saya lakukan menagis,” katanya.

Pria hidung belang yang diceritakan Kembang itu, ternyata kakak kandungnya sendiri, yang juga kerap memesan wanita bayaran melalui aplikasi MiChat.

Dikatakan Kembang, kakanya adalah eks anggota Satpol-PP di Kabupaten Bombana, yang saat ini bekerja disalah satu perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Kolaka.(*)

Komentar

BERITA PILIHAN