oleh

Bocah Enam tahun di Muna Temukan sang Ibu dalam keadaan Gantung diri

MUNA, TP – Warga Parida, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mendadak geger akibat penemuan mayat seorang ibu dua anak dalam keadaan gantung diri.

Mayat Nurtiba (31 tahun) ditemukan pertama kali sang anak bernama Ain (6 tahun) yang saat ini masih duduk di bangku SD kelas 1.

Ain menemukan ibunda tercinta dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan kain sarung.

Ain yang kaget melihat ibunda tercinta yang sudah tak bernyawa lagi, langsung menghubungi sang bibi.

Bibi Ain yang tak lain Sunarwia (38 tahun) kakak dari almarhumah langsung menuju ke rumah Ain memastikan laporan Ain jika sang ibu gantung diri.

“Dia telpon saya, dia kasih tau bibi sini turun liat mamaku di rumah. Saya kasih tau tunggu mi saya cuci piring dulu. Tapi Ain langsung bilang namaku tercekik lehernya, sayapun langsung berkemas menuju rumah Ain,” jelas Sunarwia.

Setiba di rumah Ain, Sunarwia kaget melihat posisi sang adik yang sudah tak bernyawa dalam keadaan gantung diri.

“Saya langsung histeris menangis melihat adeku dalam posisi sudah gantung diri,” katanya.

Sementara itu Idul (17 tahun) kemanakan almarhumah yang juga teman tidur korban mengaku tidak mengetahui kejadian gantung diri tesebut. Ia baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 09.00 wita melihat almarhum baring-baring di kamarnya.

“Saya tidak dengar ada suara berteriak tapi pagi-pagi saya hanya dengar mamaku menangis ternyata gara-gara liat bibi gantung diri,” katanya.

Peristiwa gantung diri itu kini dalam penyelidikan Polres Muna.

Pihak kepolisian meminta keluarga untuk mengijinkan proses visum serta otopsi guna mengetahui apakah korban meninggal dalam keadaan wajar atau tidak.

“Melihat posisi dalam keadaan tergantung, kami bertujuan untuk melakukan otopsi guna mengetahui penyebabnya namun jika keluarga meminta cukup divisum saja, yang kita akan melihatnya dulu,” terang, Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Hamka.

Reporter : Bensar Sulawesi

Komentar

HUKUM KRIMINAL